JATUH-BANGUN, GRUP MUSIK SUPERKID

Mempertahankan yang sudah dicapai kadangkala jauh lebih sulit dari pada mengejar sesuatu. Sebuah group musik yang mencoba bangun dari tidur tidak begitu gammpang menemukan posisinya seperti semula. Kenyataan ini dialami oleh “Koes Plus” yang tak pernah berhasil menegakkan pamor “Koes Bersaudara” nya. Hal yang sama juga dialmi oleh group musik rock asal Bandung, bernama “Superkid”!

Tiga tahun lalu, panggung show di Tanah Air ini digetarkan dengan hadirnya Deddy Stanzah, Deddy Dores dan Jelly Tobing—tiga musik rock yang cukup tanggu dalam kibaran panji “Superkid”!. Mereka membentuk group ini pada 18 April ’76 di Bandung atas prakarsa Denny Sabri. Sehingga kehadirannya langsung mensejajari rock group yang telah perkasa sebelumnya, yakni: God Bless dan Ti-SAS!, Katakanlah, “Superkid” sanggup menggapai reputasi terpuji dalam jangka waktu yang relatif singkat. Namun sebenarnya hal itu sangat beralasan sekali, lantaran tiga musisi rock jemppollan. Ingat nama Deddy Stanzah!?. Ia pernah beken sebagai pemain bas Rollies, God Bless dan Giant Step yang sangat dicintai penontonnya karena memiliki keistimewaan tersendiri dalam segi berkomunikasi dengan publik, di samping gaya pentasnya yang memang unik!. Dalam soal komunikasi, sampai saat kini masih susah dicari tandingi!.

Sama seperti Stanzah, adalah Jelly Tobing. Biar pun dalam festival drums hanya ditempatkan pada urutan ketiga, tapi konsep gebrakkan drumnya yang energik itu masih tetap sanggup mempertahankan nama Jelly sebagai top drummer rock yang sulit ditandingi!.

Untuk urusan nge-drum, pernah bersama Aji Bandi bersekutu dalam kelompok C’Blues, lalu “Arulan”, “Bina Ria”, “Minstrel’s” dan sekarang aktig membantu “WE Group”. Sementara Deddy Dores yang dikenal suka berpetualang keluar masuk group, mula dari Freedom of Rhapsodia, kemudian ke Giant Step bahkan pada pembentukan God Bless yang pertama dengan almarhum Soman Lubis dan almarhum Fuad Hasan, membuat kemampuannya bermain musik tak perlu diragukan lagi. Maka secepat itu nama “Superkid” diselendangi julukan hebat: Hard Rocker of The years!. Itulah sepotong nostalgia tentang “Superkid” yang saya tahu!.

Dilanda Kekosongan
Seiring dengan melempemnya kehidupan musik rock di negeri ini, maka secara bertahap nama “Superkid” nyaris terkubur dari percaturan musik, yang akhir nya tersebarlah berita sumbang tentang masa rontoknya keperkasaan group ini. Berawal dari management yang kurang beres karena pembagian rezeki yang konon tidak adil, menyusul satu berita kejutan: Deddy Stanzah terlibat urusan serius dengan pihak penegak hukum yang menyeretnya hidup dibalik tirai besi penjara!.

“Ada kurang lebih satu tahun...” kata Jelly prihatin. Dengan begitu “Superkid” dipaksa memasuki masa vacum yang tidak kepalang.

Berita duka tentang “Superkid” berakhir!. Tanggal 11 Nopember ’78 tahun kemarin, mereka bersatu lagi dengan show perdannya di “Gelora”-Bandung. Menyusul di Ever Green—puncak meramaikan tahun baru ’79. Kali ini mereka tidak bertiga lagi, tapi diperkuat dengan masuknya nama Joko Yuwono jebolan dari group “Freedom”-Bandung. Sehingga formasinya menjadi: Deddy Dores (lead guitars/keyboards), Joko Yuwono (lead guitar), Deddy Stanzah (bass) dan Jelly Tobing pada drums. Dengan formasi barunya ini, merek berharap bisa lebih kokoh, apalagi di samping Denny Sabri ada Sanny Muchsin sebagai general manager!.

Memang gesitnya “Superkid” masih nampak. Begitu gabung, langsung masuk rekaman di Yoan Record” (Studio milik Enteng Tanamal) yang berbasis rekam di wilayah Rawamangun-Jakarta. Mereka rekaman di bawah sponsor “Purnama Record” dalam 12 lagu pop berteks Indonesia, di antaranya terdapat lagu-lagu: Ibunda (Jelly), “Putih Terselubung Biru”, “Petani Tua”, “Dunia Hitam” (Joko), kemudian “Preman”, “Sabtu Sial” (Stanzah) serta beberapa lagu ciptaan Dores. “Sekarang cuma tinggal menunggu publikasi dan timing yang tepat buat peredaran,” ujar Jelly sang pembicara “Superkid”.

Akan tetapi kemelut nampaknya masih terus saja menghantui “Superkid”!. Denny Sabri menyatakan “Superkid” bubar, yang menurt Jelly dibatalkan secara sepihak. Kemudian timbul lagi berita sumbang yang bermotif kasus intern, antara Dores dengan Lilian (Two Angels) yang belakangan ini hangat diperbincangkan, bahkan pihak kepolisian-Bandung akan mengusut peristiwa ini karena dikabarkan Dores melarikan penyanyikan catik itu yang telah sekian hari meninggalkan rumah orang tua “Two-Angels”!.

“Superkid” tetap kompak, biar bagaimanapun...” tegas Jelly kemudian. Dan ia tetap bersepakat bersama Stanzah, Joko dan Dores untuk meminta agar Denny Sabry mencabut “ikrar bubar”nya. Sanggupkah “Superkid” memperkasakan kharismanya kembali, atau memang mesti berantakan setelah kebangkitannya lagi??. Kita nantikan kabarnya selanjutnya! (Yoyo Dasriyo)

.: dikliping dari koran Suara Karya, 11 Maret 1979 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar