DANIEL SAHULEKA: SAYA HANYA MANUSIA BIASA

Jakarta (ANTARA News) - Membawakan 12 lagu sambil memetik gitar selama kurang lebih satu setengah jam membuat penyanyi Daniel Sahuleka kelelahan, bahkan tangan kirinya sempat kram.

"Saya kan hanya manusia biasa, kalau sudah terlalu lama tangan saya bisa kram juga," katanya di Jakarta, Senin malam.

Dalam konsernya di gedung Erasmus Huis, Daniel yang 6 Desember tahun ini genap berusia 57 tahun mengaku mulai merasakan perubahan dalam dirinya. Selain kram di tangan kirinya, Daniel juga mengeluh nafasnya yang agak berat.

Kendati mengaku lelah, Daniel tak urung memberi penonton satu lagu lagi sebelum mengakhiri konsernya. Petikan senar gitar dan hentakan kaki kiri yang menjadi ciri khasnya itupun disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Mengenakan kaos ketat hitam tanpa lengan, pria berdarah Ambon yang sejak kecil bermukim di Belanda ini tampil santai di hadapan penonton yang memenuhi gedung pertunjukan Erasmus Huis, Jakarta.

"Dulu waktu pertama kali akan ke Indonesia tahun 1981, saya berpikir Indonesia jauh sekali dan membayangkan bagaimana kota kelahiran saya Semarang. Tapi akhirnya saya datang ke Indonesia, dan saya cinta Indonesia. Saya juga cinta `traffic jam`nya," kata Daniel disambut tawa dan tepuk tangan penonton.

Daniel menggelar konser dalam rangkaian tur album terbarunya, "If I Didn`t". Tema-tema perdamaian, cinta, dan harmoni menjadi ciri khas musik di album terbarunya ini.

"Beberapa waktu terakhir ini saya menaruh perhatian pada isu agama. Kita punya agama yang berbeda tapi sama-sama berdoa pada Tuhan. Jadi mengapa kita harus ribut dan saling membunuh hanya karena perbedaan itu," ujarnya dengan raut wajah sedih.

Musisi berdarah campuran Maluku, Sunda, serta Cina ini memulai debut di dunia tarik suara di Eropa di tahun 1977 dengan single pertama, "You Make My World So Colorful".

.: dikliping dari Antara, 8 Maret 2007 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar