Dewa Budjana Ingin Terus Bersolo Jazz

JAKARTA – Setiap seniman tetap memiliki keinginan ideal dalam hidupnya. Begitupun dengan Dewa Budjana, personel Gigi. Sekalipun sukses bersama kelompoknya dalam melahirkan album-album laris, termasuk album baru berjudul Salam ke-8, Budjana masih punya keinginan lain. ”Album solo jazz adalah keinginan ideal saya,” katanya.

Menurut Budjana, ini merupakan keinginan ideal yang ingin diwujudkannya dalam jangka waktu tertentu. Sebelumnya, dua kali Dewa Budjana mengeluarkan album solonya – dalam jangka waktu tiga tahun: 1997, 2000 dan 2003. Karyanya Nusa Damai, Gitarku dan Samsara. ”Entah kenapa saya mengeluarkan album tiga tahun sekali,” ujar lelaki ini saat ditemui SH di Kartika Chandra, Jakarta (29/5).

Tahun ini, Budjana tampil solo pada album berjudul Samsara yang terilhami buku Anand Khrisna. Gitaris yang mengagumi personel grup jazz fusion Weather Report dan Peter Erskine ini memang punya minat besar di musik jazz. Dia sempat merangkul musisi jazz senior dari Surabaya, Buby Chen. Eksplorasi musik jazz memang sangat bebas, termasuk pada instrumennya. Dewa Budjana juga menambah instrumen Jepang Shamisen pada permainannya. Pada Selain itu dia juga menggandeng Indra Lesmana, Arie Ayunir, Tohpati, Henry Lamiri, Dwiki Dharmawan, Budhy Haryono dan beberapa musisi lainnya pada Samsara.

Saat ada pertanyaan tentang dirinya yang putra Bali dan sulit melepaskan latar lokal itu, menurut Budjana itu bisa jadi karena masyarakat melihat dari namanya atau sikap dia. ”Bisa juga dari bahasa saya,” ujar pengagum Mahatma Gandhi ini, kalem. (srs)

.: dikliping dari koran Sinar Harapan, 31 Mei 2003 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar