Demi Falling in Love, Tolak Sinetron


Segala kesuntukan demi mencatatkan diri dalam sejarah Abbey Road Studio London yang mendera anak-anak J-Rocks berakhir sudah. “Melihat hasilnya, saya sangat puas,” kata Sony, gitaris J-Rocks, setelah mengevaluasi hasil kerjanya selama lima hari.

Saat itu, yang membayang di pelupuk mata Sony, Iman (vokalis dan gitar), Anton (drum), dan Wima adalah jalan-jalan dan shopping di Kota Londong. Dua kegiatan “wajib” itu terpaksa ditunda karena mereka tidak mau meninggalkan studio.

Mereka benar-benar tidak mau main-main dalam menggarap album ketiga iotu. Kesempatan rekaman di Abbey Road Studio bukan hanya langka, tapi juga tak terbayangkan sebelumnya.

”Bahkan, demi mempersiapkan materinya, saya terpaksa menolak tawaran main sinetron pada Ramadan lalu,” ujar Sigit, manajer J-Rocks. ”Padahal, bayarannya lebih besar daripada honor manggung,” sambungnya sambil tertawa.

Iman, vokalis dan gitaris J-Rock, menambahkan, dalam rekaman di Abbey Road, mereka merampungkan tiga lagu dan satu musik instrumen. Yakni, Falling in Love (versi Inggris dan Indonesia), Hanya Aku, Meraih Mimpi, dan instrumen bertajuk On The Road to Abbey.

“Lagu-lagu itu tidak akan langsung dilempar ke pasar sekaligus, tapi satu per satu,” tutur Iman. Cara itu dilakukan selain untuk menyiasati pembajakan, juga dianggap lebih jitu. (ib)

.: dikliping dari koran Jawa Pos, 26 Oktober 2008 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar