Saya Memang Komersil

“Saya memang komersil.” Begitu kata Ikang Fauzi dalam suatu acara seminar tentang musik rock yang digelar di aula kampus Universitas Mercu Buana. ”Jujur saja. Musik saya memang komersil kok. Saya cari uang dari musik, kasih makan anak dan isteri dari musik. Itu memang lahan saya,” tuturnya.

Kendati begitu, sebagai manusia biasa, Ikang mengaku tetap punya tanggung jawab moral. Terutama lewat lirik lagu-lagunya. Dia berusaha menampilkan lirik yang memiliki makna. Atau paling tidak memiliki misi yang pantas dibawa. Sebutlah macam Preman, Air Api, atau Jangan Sampai Ternoda.

Bahkan dia juga berusaha untuk menggarap setiap langkah kerjanya di dunia musik secara profesional. Misalnya saja bareng Vina dan Utha Likumahuwa, pernah mencoba mengangkat orang manager untuk menangani semua kontrak, undangan, dan janji yang ditujukan buat ketiga penyanyi itu. Sayangnya justru banyak pihak yang malah berpandangan picik. ”Mereka menganggap seorang manager tak ubah sebagai dokter. Akhirnya kerja bareng kami jadi bubar,” seru penyanyi yang kini sudah tidak berkumis lagi.

Padahal mengangkat seorang manajer merupakan usaha Ikang untuk membuktikan diri bahwa ia tidak memikirkan keuntungan semata. ”Bagi saya kerja adalah ibadah. Saya ingin menghasilkan musik yang mampu tertangani dengan baik. Saya tidak ingin mengecewakan penggemar,” tuturnya.

Dan menurut Ikang setiap kerja mengandung unsur komersil. ”Toh selama tidak berlebihan nggak apa-apa. Sah-sah saja kok.” (agam) FOTO: DAUS

.: dikliping dari majalah Hai 38/XVII, 28 September 1993 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar