Roxx Mengucap Syukur

Syukur, kata ini diucapkan anggota ROXX dan beberapa pecinta musik rock, berkali-kali seusai pentas ROXX di concert hall, Ratu Plaza, 11 September 1993 lalu. Betapa tidak? Ternyata kekhawatiran yang ditakutkan orang dan anggota grup rock ini bakal muncul keributan tidak terbukti. Semua berjalan mulus. Mulai dari pukul 20.10 hingga 22.00, pentas pertama mereka tak menimbulkan kerusuhan.

Musik rock dan kerusuhan. Inilah dua kata yang kerap saling dikaitkan banyak orang. Ini juga yang membuat personil ROXX khawatir. ”Maklum ini penampilan grup rock pertama di concert hall. Jika memancing huru hara dapat membahayakan grup lain,” ujar seorang petugas keamanan.

Yah, syukurlah itu ternyata tidak terjadi. Padahal sepanjang pergelaran, ratusan penonton yang memadati ruang konser nyaris berdiri semua. Tiga baris terdepan malah meninggalkan kursinya untuk ber-slam dance. Dan beberapa remaja malah dengan cuek sengaja naik panggung dan mengikuti gerakan permainan Wijaya dan Iwan saat beraksi dengan gitar.

Saking nekat, ada seorang penonton yang ketika berlari turun menabrak mike berikut penyangganya sehingga jatuh terlempat menimpa penonton. Untunglah tidak terjadi huru hara.

Ok, temen-temen masih mau dilanjutkan nggak acara ini?” Tanya Tryson. ”Kalo mau, gua minta elu-elu semua nggak naik ke panggung. Slam dance boleh, tapi di bawah saja ya,” pinta sang vokalis mencoba menenangkan penonton. Beruntung penonton mau nurut.

Penonton menurut mungkin juga berkat penampilan grup mantan juara II Festival Rock Se-Indonesia V itu cukup memikat. Kepuasan ini terbukti dari sikap penonton yang sengaja naik ke panggung hanya sekedar untuk memeluk Tryson atau Jaya. Mereka pun tak sungkan melepas cincin dan kalung untuk diberikan dan dikenakan oleh para pemain. Malah lagu terbaru ROXX yang belum diedarkan macam lagu berjudul Nol tetap mendapat sambutan hangat.

Dari sekitar 10 lagu yang ditampilkan, lagu 5CM tampaknya yang paling ditunggu. Ini terlihat dari sikap penonton yang turut menyanyikan lagu yang menggambarkan kehidupan seorang jagoan yang jumawa itu, setiap kata hingga akhir. (agam) FOTO: DAUS

.: dikliping dari majalah Hai 38/XVII, 28 September 1993 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar