Glenn Fredly yang Sedang Happy

Apa yang baru dari Glenn Fredly Deviano Latuihamallo? Pendewasaan sikap dan musikalitas. Itulah pengakuan dia saat merilis album terkini, Happy Sunday, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ya, dialah Glen Fredly yang dulu, 1995, menjadi juara I Cipta Pesona Bintang RCTI, finalis Asian Song Festival (1996), penerima 3rd Prize International Song Festival dan Best of the Best Singer Festival Asia Dauzy Rusia (2001). Kini, dengan segenap kekayaan musikalitas, dia menawarkan 13 tembang anyar kepada publik.

"Setelah enam album solo, rasanya album ini makin mendewasakan saya," katanya. Enam album sebelumnya adalah Glenn (1998), Kembali (2000), Selamat Pagi, Dunia (2003), Selamat Pagi, Dunia (Repackage, 2004), OST-Cinta Silver (2005), dan Aku & Wanita (2006).

Nama Glen mencuat berkat tembang Terpesona, Januari, dan Sekali Ini Saja dari album ketiga yang laris manis. Berkaca dari kesuksesan tersebut, suami Dewi Sandra itu berharap beberapa singgel dari album terbaru bakal bernasib serupa.

Semudah itukah mantan lead vocal Funk Section itu mempertahankan namanya sebagai salah satu pembuat hit terkemuka? "Saya cuma berpikir positif saja," ujar dia. Sebab, selain mengusung spirit baru dalam bermusik, semua unsur musik dia leburkan dalam album di bawah label Sony-BMG itu.

Dari aroma dance house beat, dengan melibatkan DJ Sumantri, dia menyertakan nuansa gitar rock dari cabikan Baron. Bahkan lagu lawas mendiang Gombloh, "Kugadaikan Cintaku", dia aransemen ulang dalam nuansa lebih groovy dengan melibatkan RAS Muhammad, penyanyi muda yang mengibarkan bendera dancehall reggae.

Tak berhenti di situ. Selain tembang andalan "Happy Sunday" dan "Naksir Beratz" dalam balutan modern rock dance, nyong Ambon kelahiran 30 September 1975 itu melibatkan permainan perkusi dalam lagu "RRP Anthem Feat. Rejoz". RRP adalah Rame-rame People, penggemar Glenn. "Yang pasti, ciri khas saya yang gemar menembangkan lagu balada tak saya hilangkan dari album ini," ucap dia.

Salah satu penyanyi solo pria terdepan yang baru saja menggelar konser "Soul for Indonesia Earth" itu menyisipkan pula sebuah tembang bertema lingkungan. Lewat "Sayangi Bumi Hari Ini", dia mengajak penikmat musik memedulikan pemanasan global yang memprihatinkan.

"Saya juga menghadirkan komposisi big band jazz dengan musik brass dan horn section yang dinamis." Ya, Glenn mengajak penikmat menikmati kedewasaan musikalitas lintas batas. Bagaimana dengan dangdut? "Ha-ha-ha. Belum, belum. Mungkin kelak." (Benny Benke-53)

.: dikliping dari koran Suara Merdeka, 1 Agustus 2007 :.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar